Skip to main content

Tanaman Obat Langka yang Sempat Dianggap Punah Ditemukan Kembali

Candilkuya.com - Sebuah tanaman obat-obatan yang ditemukan satu abad lalu kini telah ditemukan kembali setelah sebelumnya sempat dianggap sudah punah. Tanaman tersebut ditemukan kembali di Provinsi Assam di timur laut India.

Tanaman Obat Langka yang Sempat Dianggap Punah Ditemukan Kembali

Tanaman langka ini dinamakan Gandheli dengan nama ilmiah Nothapodytes nimmoniana. Tanaman ini ditemukan lagi oleh Jatindra Sarma, penjaga hutan di Assam, di wilayah Borjan yang terletak di distrik Tinsukia.

Sebelumnya, tanaman ini ditemukan oleh U.N Kanjilal pada tahun 1914. Tanaman ini memiliki kandungan anti-karsinogenik yang mampu menetralisasi zat-zat penyebab kanker.

“Tanaman tersebut kaya akan Camptothecin dan menjadi biomolekul berbahan tanaman terpenting ketiga dunia yang dapat mengobati kanker rahim dan kanker usus, selain dapat melawan HIV,” kata Sarma kepada Business Standard.

“Tanaman tersebut memiliki berbagai zat-zat bio-aktif seperti Camptothecin, alkaloid antikanker.”
Sarma dan timnya melakukan eksplorasi botani sebelum akhirnya mengkonfirmasi keberadaan Nothapodytes nimmoniana yang keberadaan terakhirnya disebut oleh Kanjilal di dalam bukunya ‘Flora of Assam’ yang dipublikasikan pada tahun 1934.

Gandheli masuk ke dalam marga Icacinaceae, yaitu pohon kecil yang ditemukan di wilayah tropis di Amerika, China, dan Sri Lanka. Di India, tanaman tersebut ditemukan di pegunungan Nilgiri dan Mysore.
Spesies tersebut kemudian dinyatakan terancam punah karena terlalu banyak diambil serta akibat kerusakan habitatnya, demikian menurut Sarma.

Sarma mengatakan, Camptothecin yang ditemukan dalam Gandheli merupakan zat kemoterapetik dengan sifat cytotoxic yang bisa merusak sel-sel kanker.

Gandheli sudah didokumentasikan di buku terbaru yang ditulis Sarma, 'Medicinal Plants and Mushrooms of India with Special Reference to Assam'. Ia membahas hampir 1.400 macam tanaman obat dan aromatik.

Garcinia cowa Roxb, yang dikenal sebagai Kau thekera dalam bahasa Assam, adalah tanaman lain yang ada di buku tersebut. Baik buah dan daunnya mengandung obat. Sementara buahnya bisa mencegah disentri, daunnya bisa mencegah malaria,” kata Sarma.
Sumber : kumparan.com
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar