Skip to main content

Cara Mengahadapi Dampak Mental Kehilangan Pekerjaan

Cara Mengahadapi Dampak Mental Kehilangan Pekerjaan
CANDILKUYA.COM, Cara Mengahadapi Dampak Mental Kehilangan Pekerjaan - Hampir seluruh pekerja di dunia terdampak akibat pandemi virus corona. PBB memperkirakan persentase yang terkena imbas mencapai 94 persen dari total pekerja dunia.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan akan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian beberapa bulan belakangan ini.

Ada sekitar jutaan orang di seluruh dunia yang dihadapkan pada situasi kehilangan pekerjaan dan kesulitan ekonomi.

Kondisi ini pada beberapa orang tak ayal mengakibatkan stres, gangguan kecemasan, depresi dan tantangan kesehatan mental lain. Apalagi ditambah ketidakpastian kapan wabah akan berakhir.

Saat kehilangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19, dikutip dari berbagai sumber, Anda mungkin saja merasa seperti kehilangan identitas diri dan tujuan, merasa tak dihargai, marah, takut atau cemburu pada orang lain yang masih bisa bekerja.

Tak jarang juga perasaan kehilangan ini menetap dan membuat linglung, tak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kemudian berujung pada kekhawatiran bagaimana kelak mengurus diri sendiri dan keluarga Anda.

Sementara laman Huffington Post menulis, kemungkinan sebagian orang yang kehilangan pekerjaan akan mengalami perubahan sifat dan tubuh mulai sakit-sakitan seperti sakit perut hingga migrain. Tidur malam pun jarang bisa nyenyak.

Berikut sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dampak mental dan emosional kehilangan pekerjaan.

Terima perasaan kehilangan

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima bahwa perasaan kehilangan dan kecemasan ini normal. Dari sini, cobalah melangkah ke tahap selanjutnya untuk mengelola pikiran dan emosi Anda.

Ingatlah bahwa Anda manusia, yang terprogram untuk mencari jalan keluar ketika ada ancaman. Anda bisa memberikan jeda, tarik napas dan tarik mundur sejenak guna memberi waktu menyadari apa saja hal baik yang telah serta bisa Anda lakukan dalam situasi ini.

Akui kesedihan

Saat kehilangan pekerjaan--secara permanen ataupun sementara--kesedihan adalah salah satu emosi paling signifikan yang mungkin Anda rasakan. Barangkali sebagian sudah paham tahapan menerima kesedihan, biasanya saat momen duka akan kehilangan seseorang.

Atasi perasaan duka atas kehilangan pekerjaan ini seperti mengatasi kehilangan lain.

Cari sumber daya

Saat Anda kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian akibat kehilangan pekerjaan, untuk sementara Anda bisa meminta bantuan ke komunitas setempat.

Cari komunitas atau sumber daya di sekitar Anda yang bisa mencukupi kebutuhan dasar sembari mencari pemasukan baru.

Di tengah situasi sulit ini ada banyak jalan, seperti bantuan dari pemerintah setempat atau banyak pula inisiatif yang belakangan muncul dari masyarakat.

Fokus pada saat ini

Coba untuk membawa pikiran ke kondisi terkini, fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan saat ini. Alihkan pikiran dari kekhawatiran masa depan ataupun kejengkelan masa lalu.

Saat mulai cemas, fokus pada pernapasan Anda, atau apa yang Anda dengar, atau yang Anda lihat. Lantas cobalah untuk membimbing pikiran Anda merencanakan langkah apa saja yang bisa dilakukan.

Bisa memulai usaha baru, patungan membuka bisnis kecil-kecilan atau mengembangkan kemampuan juga hobi yang lama tak Anda tekuni untuk menghasilkan uang.

Temukan nilai diri

Cari jalan atau cara baru untuk menyadari kontribusi yang bisa Anda kerjakan untuk lingkungan terkecil. Anda bisa mulai dengan membuat daftar tentang diri Anda seprti apa yang Anda kuasai, apa saja yang Anda pedulikan, apa yang Anda tahu, atau juga, apa yang bisa diandalkan dari diri Anda.

Beberapa pertanyaan di atas bisa membantu Anda mengingat bahwa Anda selalu memiliki kualitas tertentu. Baik saat Anda memiliki pekerjaan ataupun tidak.


Sumber : cnnindonesia
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar